RSS
Hello! Welcome to this blog. You can replace this welcome note thru Layout->Edit Html. Hope you like this nice template converted from wordpress to blogger.

Membersihkan Ginjal Cuma Dengan 1000 Rupiah Saja !


Tahun-tahun berlalu dalam hidup dan ginjal kita setia menyaring darah dengan menyaring garam, racun dan zat yang tidak diinginkan masuk ke dalam tubuh kita. Dengan berjalannya waktu, garam terakumulasi dan ini sebuah perawatan pembersihan sangat diperlukan. Bagaimana kita bisa melakukannya?

Caranya sangat mudah, cukup dengan daun seledri boi :


Berikut ini caranya boi
Pertama, ambil seikat daun seledri (parsley/mallileaves/kothimbir/dhaniya) dan cuci sampai bersih.Kemudian potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam panci berisi air. Rebus selama sepuluh menit dan dinginkan. Kemudian saring, masukkan ke dalam botol yang bersih dan masukkan ke dalam kulkas.

Minum satu gelas setiap hari dan Anda akan melihat bahwa semua garam dan racun yang menumpuk akan keluar melalui air seni. Anda juga akan merasakan sebuah perbedaan dalam tubuh yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Daun seledri dikenal sebagai bahan pembersih yang terbaik untuk ginjal dan ini adalah sebuah cara yang alami!

Selain itu, daun seledri jg bisa mencegah penyakit seperti :
- Reumatik
- Mata Kering (XEROFTALMIA)
- Tekanan darah Tinggi
- Batuk
- Alergi dan lain-lain

Segitu dulu boi tips kesehatan dari ane, selamat mencoba dan sayangi kesehatan aboi' semua...semoga bermanfaat boi.

Read more: jodyfitrian.blogspot.com: Membersihkan Ginjal cuma dengan 1000 Rupiah Saja!

Pernahkah Anda melihat Adu kuda seperti ini??

Jika biasanya yang diadu adalah domba atau ayam, di Rongshui, Provinsi Guangxi, China justru digelar adu kuda. Adu kuda ini digelar dalam Festival Lantern.


Adu kuda di Rongshui, Guangxi, China.



Lebih dari 30 kuda jantan ambil bagian dalam adu kuda ini.


2 Kuda jantan yang saling menjatuhkan.


Ratusan orang menyaksikan acara ini.
Ternyata gak cuman ayam aja Bos Buat diadu Kudapun bisa Juga...:kaget::kaget::kaget:Demi cari:duit::duit:

Jepang Bangun Kereta Api Tercepat Sedunia..!!


Jepang bakal membangun kereta api tercepat sedunia, dimana nantinya kereta api itu bisa mencapai kecepatan hingga 499 km per jam.

Kereta api Jepang ini bakal dibangun menggunakan magnetic levitation untuk membuatnya menjadi kereta api tercepat sedunia.


Magnet-magnet yang kuat bakal di gantung di kereta, persis diatas trek/ jalur untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan kecepatan, ujar sang perancang kereta api peluru tersebut.

Sedang link rel kereta bernilai Rp 574 trilyun antara Tokyo dan Nagoya akan membuat kereta api tercepat Cina yang berkecepatan 354 km/jam jadi ketinggalan.


Read more: jodyfitrian.blogspot.com: Jepang Bangun Kereta Api Tercepat Sedunia

Kelainan , Huang Si 'Manusia Kertas', yang kulitnya bisa dibuat huruf

 Huang si 'Manusia Kertas', yang Kulitnya Bisa Dibuat Huruf

Metrogaya - Menulis di kulit tubuh dengan pulpen itu sudah biasa. Tapi seorang perempuan yang mengidap penyakit kulit langka tinggal mencoret-coret kulitnya dengan kuku untuk membuat sebuah tulisan.

Anda mungkin tidak percaya bila kulit tubuh bisa dijadikan sebagai media untuk menulis? Tapi kejadian tersebut benar-benar dialami seorang nenek yang bisa menulis di tubuhnya sendiri dengan menggunakan kuku.

Kasus nenek bernama Huang Xiangji pertama kali terpublikasi tahun 2008. Seperti dilansir ChinaDaily, nenek Huang sudah mengalami kelainan kulit langka ini sejak kecil.

Oleh tim medis nenek Huang diidentifikasikan menderita sindrom artificial urticaria yang merupakan kelainan kulit langka.

Apapun yang dicoret di kulitnya dapat membekas termasuk kata-kata yang ditulisnya dengan lembut menggunakan kuku, sampai-sampai ia dijuluki 'buku berjalan'. Tubuh nenek yang kini berusia 52 tahun ini dipenuhi dengan puisi dan catatan.

'Kondisi ini sangat berguna karena saya bisa menggunakan tangan saya untuk menuliskan daftar belanjaan,' jelas Huang, nenek yang dijuluki 'wanita kertas', seperti dilansir Chinadaily, Selasa (5/10/2010).

Seorang spesialis kulit di Chinese Medical Association mengaku terkejut melihat kondisi ini. Ia mengatakan bahwa nenek ini tidak mengalami efek yang buruk meskipun kondisi yang dialaminya sangat aneh.

'Saya mencoba menulis di kulitnya menggunakan jari, huruf-huruf itu kemudian menonjol dari kulitnya beberapa saat kemudian,' ujar Sandra Hsu, spesialis kulit dari Chinese Medical Association.

Hsu mengatakan nenek Xiangji mengaku bahwa ia telah menggunakan tubuhnya sendiri sebagai buku selama bertahun-tahun. 'Nenek itu bahkan tidak memerlukan pena dan kertas untuk menulis,' ungkap Hsu.

Menurutnya, gangguan kulit urticaria memang sering terjadi, tetapi kondisi yang memungkinkan penderitanya dapat menulis di kulit sendiri sangatlah jarang.

'Kondisi ini pada dasarnya adalah alergi, tetapi kondisi kulit yang menjadi begitu sensitif hingga dapat dijadikan buku berjalan sangatlah tidak biasa,' tambah Hsu.

Sampai saat ini, belum ada data yang jelas yang menunjukkan jumlah pasien yang menderita kelainan kulit artificial urticaria.

Read more: jodyfitrian.blogspot.com

Tiada Nabi Lagi Sesudah NABI MUHAMMAD SAW..!!

Kaum muslimin… semoga senantiasa dirahmati Allah…
Allah ta’ala berfirman,

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا


“Muhammad itu bukanlah ayah dari salah seorang lelaki di antara kalian. Akan tetapi, beliau adalah utusan Allah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah terhadap segala sesuatu Maha mengetahui.” (QS. al-Ahzab: 40)

Di dalam kitab tafsirnya, Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

فهذه الآية نص في أنه لا نبي بعده، وإذا كان لا نبي بعده فلا رسول [بعده] بطريق الأولى والأحرى؛ لأن مقام الرسالة أخص من مقام النبوة، فإن كل رسول نبي، ولا ينعكس. وبذلك وردت الأحاديث المتواترة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم من حديث جماعة من الصحابة.

“Ayat ini merupakan dasar hukum yang tegas yang menyatakan bahwa tidak ada lagi nabi setelah beliau. Dan apabila tidak ada Nabi sesudahnya maka itu artinya lebih-lebih lagi tidak ada rasul [setelahnya]. Sebab kedudukan kerasulan itu lebih istimewa daripada kedudukan kenabian. Karena setiap rasul itu pasti nabi, dan tidak sebaliknya. Banyak hadits mutawatir dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melalui penuturan jama’ah para Sahabat yang telah menegaskan hal itu.” (Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [6/428] asy-Syamilah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي

“…Aku adalah penutup nabi-nabi, [artinya] tidak ada lagi Nabi sesudahku…” (HR. Abu Dawud dll dari Tsauban radhiyallahu’anhu. al-Hafizh berkata: “Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi, dinilai sahih oleh Ibnu Hibban”, lihat al-Fath [20/131] asy-Syamilah)

Penulis kitab ‘Aun al-Ma’bud syarah/keterangan atas Sunan Abu Dawud berkata:

( لَا نَبِيّ بَعْدِي ) : تَفْسِير لِمَا قَبْله

“Tidak ada lagi Nabi sesudahku; Ini merupakan tafsiran dari ucapan sebelumnya [yaitu ‘aku adalah penutup nabi-nabi’].” (‘Aun al-Ma’bud [9/292] asy-Syamilah)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ

“Aku adalah al-‘Aqib/yang paling belakang; al-‘Aqib yaitu [nabi] yang tidak ada lagi nabi sesudahnya.” (HR. Muslim dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu’anhu)

Berdasarkan ayat dan hadits-hadits yang agung di atas teranglah bagi kita semua kebatilan pendapat yang menyatakan bahwa masih ada nabi setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah kebenaran, lantas apa lagi yang masih tersisa setelah kebenaran kecuali kesesatan…

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Gambar - gambar Unik







Mendidik anak Ala China lebih berhasil dibandingkan dengan gaya barat.!

http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/imagecache/must_carry/images/lead/anak%20Cina%C2%A9Marije%20Vlaskamp.jpg


Orangtua keturunan China dianggap begitu superior terhadap anaknya sedangkan orangtua di negara-negara Barat lebih demokratis dan menghargai individu anak. Belakangan mulai jadi perdebatan, bahwa mencetak anak yang berhasil ternyata lebih tepat dengan gaya mendidik ala China. Benarkah demikian?

Perdebatan ini mencuat setelah muncul buku 'Battle Hymn of the Tiger Mother' karangan Amy Chua, seorang profesor sekolah hukum dari Yale Law School. Tulisan ini menceritakan bagaimana ibu-ibu di China atau keturunan China dengan didikan kerasnya mampu membuat anaknya berhasil. Hal yang sama seperti dialami Amy ketika kecil hingga menjadi orang sukses seperti sekarang.

Amy kini menerapkan gaya didik orangtuanya kepada dua anaknya Sophia dan Louisa yang sudah beranjak remaja. Anak-anaknya dilarang main game dan nonton TV, menginap di rumah teman, harus mendapat nilai A, harus les biola atau piano.

Di negara AS misalnya, anak-anak yang didik orangtua keturunan China jago matematika, pintar main piano dan sering jadi juara di kelasnya. Mendidik dengan disiplin dan kontrol orangtua yang besar menurut Amy juga dilakukan orangtua keturunan Korea, India, Jamaika, Irlandia dan Ghana.

Dalam salah satu penelitian terhadap 50 ibu di Amerika dan 48 ibu-ibu imigran China, hampir 70 persen ibu-ibu barat mengatakan bahwa 'menekankan keberhasilan akademis tidak baik untuk anak-anak' karena yang terpenting 'orang tua perlu mendorong ide bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan'.

Sebaliknya, sebagian besar ibu keturunan China mengatakan bahwa mereka percaya anak-anaknya dapat menjadi siswa 'yang terbaik' karena 'prestasi akademik mencerminkan orangtua yang sukses mendidik' dan 'jika anak-anak tidak unggul di sekolah itu artinya ada masalah pada orangtua kenapa anak tidak mengerjakan tugasnya'.

Studi lain menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orangtua Barat, orangtua China menghabiskan 10 kali lebih lama waktunya untuk terlibat dan memantau aktivitas akademik anak-anaknya. Sebaliknya, anak-anak Barat lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan dan tim olahraga ketimbang prestasi akademik.

Amy juga mengatakan ketika orangtua China menerapkan disiplin dan pola didik yang terkontrol, anak-anak China juga akan menolak. Namun kuncinya, kesabaran orangtua untuk mendampingi anak karena memang akan sulit dijalani di masa-masa awal. Hal yang berbeda dengan tipikal orangtua barat yang cenderung menyerah pada kemauan anak ketika anak menolak.

Amy juga menceritakan bagaimana ayahnya pernah memanggilnya dengan sebutan 'sampah' yang membuat dirinya marah dan sangat tidak enak. 'Tapi itu tidak merusak harga diri saya, justru memotivasi saya agar tidak menjadi sampah tapi jadi orang yang berharga,' kata Amy seperti dilansir dari Time dan WSJ, Minggu (20/2/2011).

Orangtua China bisa berkata 'Hei gendut, turunkan berat badanmu'. Sebaliknya orangtua Barat akan menjelaskan ke anak dari sisi kesehatan tidak pernah mengejek anaknya gendut tapi lebih memilih memberikan anak terapi makan yang benar.

Contoh lain, orangtua China bisa minta anaknya dapat nilai A dan akan bilang, 'Kamu malas, semua temanmu dapat yang terbaik'. Orangtua China merasa anaknya cukup kuat menghadapi tekanan dan mereka akan berhasil kalau bisa bekerja lebih keras lagi.

Sebaiknya orangtua Barat hanya meminta anaknya mencoba melakukan yang terbaik. Mereka akan berhati-hati untuk tidak membuat anak mereka merasa tidak mampu dan tidak akan pernah memanggil anaknya dengan sebutan 'bodoh', 'tidak berguna' atau 'memalukan'.

Orangtua China bisa melakukan seperti itu karena tradisi China men-stigma anak-anak berutang ke orangtuanya yang telah berkorban banyak sehingga mereka harus membayarnya dengan prestasi dan kebanggaan serta rasa hormat kepada orangtua.

Sebaliknya, orangtua di Barat tidak berpikir demikian. Anak-anak tidak memilih orangtuanya dan bahkan mereka tidak memilih untuk dilahirkan sehingga anak-anak tidak berutang apa-apa. Tugas mereka adalah membuat anak-anak menjadi diri mereka sendiri.

Orangtua Barat mencoba untuk menghormati individua anak-anaknya, mendorong mereka untuk mengejar keinginan mereka, mendukung pilihan mereka, dan memberikan dukungan dan lingkungan yang positif.

Sebaliknya, orangtua China percaya bahwa cara terbaik untuk melindungi anak-anak mereka adalah dengan mempersiapkan masa depan mereka, membekali anak dengan keterampilan, kebiasaan kerja yang tekun dan disiplin, dan keyakinan batin yang tinggi sehingga tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya.

Buku Amy ini hingga kini terus menjadi kontroversi, beberapa orangtua di barat mulai beranggapan didikan ala orantua China bisa jadi lebih baik untuk masa depan anak. Tapi lebih banyak lagi yang menilai gaya didik seperti itu bagaikan robot yang tidak menghargai individu anak.

Read more: wisben.com on blogger: Mendidik Anak ala China Lebih Berhasil Ketimbang Gaya Barat?
 
Copyright 2009 Apa Aja Ada!!. All rights reserved.
Free WordPress Themes Presented by EZwpthemes.
Free Blogger Layouts | Bloggerized by Miss Dothy